Urutan prasyarat, bukan urutan bab. Melompati satu mata rantai membuat rantai berikutnya terasa mustahil.
Tentang AME
Kesulitan matematika selalu punya alamat.
Siswa yang tersandung tidak tersandung di mana mana. Ada satu kompetensi tertentu yang belum kokoh, dan biasanya letaknya beberapa langkah sebelum topik yang sedang diajarkan. AME dibangun untuk menemukan alamat itu.
Dua cara memandang kesulitan yang sama
Kolom kiri adalah kebiasaan yang lazim. Kolom kanan adalah keputusan yang diambil sistem ini.
Kebiasaan yang lazim
Yang dilakukan AME
Menilai dengan satu angka lalu menyimpulkan siswa lemah di matematika.
Memetakan kompetensi satu per satu, lalu menunjuk kompetensi mana yang menahan yang lain.
Memberi lebih banyak soal ketika siswa salah.
Memberi petunjuk bertahap, lalu contoh baru dengan angka berbeda, sebelum kembali ke soal.
Mengikuti urutan bab di buku untuk semua siswa.
Mengikuti rantai prasyarat masing masing siswa, walau artinya mundur dua topik.
Menampilkan peringkat kelas sebagai pemacu.
Menampilkan kemajuan siswa terhadap dirinya sendiri, tanpa perbandingan antar anak.
Melaporkan nilai kepada orang tua.
Melaporkan miskonsepsi, kompetensi yang bergerak, dan waktu belajar.
Yang sengaja tidak dilakukan
Sebagian keputusan produk justru berupa penolakan. Ini daftarnya.
Tidak ada peringkat antar siswa dan tidak ada papan skor publik
Tidak ada notifikasi yang memaksa siswa kembali setiap hari
Tidak ada iklan, dan data anak tidak dijual ke pihak mana pun
Tidak ada klaim kenaikan nilai yang tidak bisa dibuktikan datanya
Tidak ada kunci jawaban instan sebelum petunjuk dicoba
Cara tercepat menilai pendekatan ini adalah mencobanya.
Assessment diagnostik gratis dan hasilnya bisa langsung kamu baca sendiri.